Bagi masyarakat yang tinggal di area perkotaan dengan lahan sangat terbatas, bertani sering kali dianggap sebagai mimpi yang sulit diwujudkan. Padahal, melalui sistem wick (sumbu), berkebun bisa dilakukan bahkan di dalam ruangan sekali pun. Di hidroponik ini, air nutrisi dialirkan ke akar tanaman melalui sumbu yang bekerja berdasarkan prinsip kapilaritas. Inilah cara paling praktis bagi pemula untuk mulai belajar berkebun tanpa harus dipusingkan dengan urusan tanah, pompa listrik, atau teknis instalasi yang rumit.
Metode wick sangat digemari karena kesederhanaannya. Anda hanya membutuhkan wadah penampung air nutrisi, media tanam seperti rockwool atau sabut kelapa (cocopeat), serta sumbu kain flanel atau bahan penyerap lainnya. Di kebun urban yang kami kelola, sistem ini sering digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran daun seperti selada, pakcoy, atau kangkung. Karena tidak memerlukan aliran listrik, sistem ini sangat aman untuk diletakkan di balkon apartemen, ambang jendela, atau sudut dapur, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang baru ingin memulai hobi bercocok tanam.
Kunci sukses dalam hidroponik sistem wick adalah memastikan nutrisi selalu tersedia di dalam tandon dan sumbu mampu menarik air dengan konsisten ke media tanam. Karena tanaman menyerap nutrisi melalui air, maka kualitas air tersebut sangatlah krusial. Pastikan untuk menggunakan pupuk AB Mix yang sesuai dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Dalam pembelajaran di kelas pemula, kami sering menekankan pentingnya menjaga pH air agar tetap dalam rentang 5.5 hingga 6.5, karena pada rentang itulah nutrisi dapat diserap oleh tanaman secara maksimal. Inilah dasar-dasar kimia pertanian yang dikemas dalam kegiatan praktis yang menyenangkan.
Keunggulan sistem ini bagi masyarakat perkotaan adalah minimnya perawatan. Anda tidak perlu menyiram tanaman setiap hari seperti pada media tanah, karena air nutrisi selalu tersedia di bawah tanaman. Anda hanya perlu mengecek volume air di tandon secara berkala, sekitar sekali atau dua kali seminggu, tergantung pada tingkat konsumsi tanaman dan suhu lingkungan. Inilah solusi bagi kaum urban yang sibuk namun tetap ingin memiliki tanaman yang segar dan sehat untuk konsumsi pribadi, menjamin bahwa apa yang Anda makan adalah produk hasil tangan sendiri yang bebas pestisida kimia.